Duh….lebaran emang udah berlalu…tapi ga terlambat kok kalau aku ucapin Selamat Idul Fitri 1429 H, Mohon Maaf Lahir dan Bathin yaa…!!! (Mumpung masih suasana Lebaran).
Lebaran kemarin yang jatuh pada kalender masehi tertanggal 1 Oktober 2008 bener-bener bikin aku sedikit kecewa tapi aku coba memetik hikmahnya sih…! Ceritanya begini, dari awal ramadhan aku benar-benar mempersiapkan segala sesuatunya untuk menyambut hari yang indah itu, dari mulai ibadah apa saja yang diperkental, dan segala sesuatu yang berbentuk kerohanian sampe keduniawian, nah untuk yang terakhir itu, aku emang udah berupaya maksimal untuk merayakan lebaran ini dengan penuh suka cita, dari memberi salam tempel dan pakaian ke sembilan keponakanku dan adikku sampai ke seksi konsumsi, karena emang kebetulan ini kali pertama lebaranku dimana aku punya penghasilan sendiri.
Alhamdulillah, 60% kebutuhan lebaran aku yang penuhi selebihnya Ma’e dan saudara perempuanku! Huuhhh….rasanya tidak sabar ingin segera merayakannya (pikirku dulu). Di hari akhir puasa aku begitu was-was lantaran tepat pukul 4 sore hujan begitu lebat…hingga membuat halaman rumah yang udah dibersihkan guna menyambut tamu…jadi kotor karena air dari perbukitan yang turun membawa sampah dan kotoran, huuaahh….kerja dua kali deh…tapi gak pa pa sih…, Semangat hari kemenanganku begitu tinggi hingga aku tidak merasa lelah sedikit pun! Tapi aku begitu cemas, gimana kalau seandainya hujan tetap berlanjut dimalam hari, karena ba’da Magrib atau setelah berbuka puasa yang terakhir biasanya suara takbir berkumandang dimana-mana, Nah biasanya aku sih punya ritual tahunan yaitu harus ikutan hadir di Takbiran On The Road -nya ala Samarinda, soalnya aku suka banget liat gegap gempita orang-orang yang berbondong-bondong turun ke jalanan untuk mengkumandangkan takbir, duhh….bikin merinding deh, inilah bukti kebesaran Allah SWT!
Alhamdulillah, malam lebaran kali itu sangat cerah sehingga aku sangat puas dijalanan mengitari kota Samarinda tersayang hingga tengah malam sambil mendengarkan suara takbir yang saling bersahutan, sungguh Nikmat yang tiada tara walaupun berkeliling hanya menggunakan kendaran bermotor (justru itu feel-nya dapet)! Malam lebaran berlalu…hingga detik demi detik melaju seiring suara takbir yang masih dilantunkan para Hamba-hamba-Nya hingga diseperempat malam terakhir…., aku tak dapat tidur karena tak sabar menunggu esok hari yang begitu ditunggu, hingga akhirnya aku sempatkan untuk membuat kue sajian lebaran hingga pukul 03:15, hhhuuuaaahhh….(aku nguap)…akhirnya aku ngantuk juga, aku begitu pulas tapi tepat dipukul 04.20 aku terbangun kembali, emang dasar aku orangnya ga sabaran sih….jadi gak mau kehilangan momen-momen berharga!\
Aku mulai berkatifitas dengan mencuci pakaian, cuci piring, hingga ngrapiin rumah, tapi disela-sela itu tiba-tiba…………. BBBBRRREEEESSSSSS…… Hujan euy…kali itu lebih deras dibanding sore sebelumnya, hujan tak kunjung reda hingga waktu shalat shubuh lewat, pada saat itu aku masih berharap hujan akan berhenti pada saat pelaksanaan shalat Ied, gak tahunya……BBrreeesssss….hujan bener-bener gak berhenti, dan disaat itulah gua langsung ngirim SMS ke sejumlah teman-temanku yang berisi semangat untuk menunaikan shalat Ied dan bersilahturahmi, walhasil walaupun mukenah dan kerudungku basah kuyup, aku tetap tebas hujan!!! Aku pikir hujan akan segera berhenti setelah pelaksanaan shalat Ied, tapi ternyata hingga pukul 12:45 hujan baru bisa sedikit reda! HHHHHaaaaaahhhhhhhh…… inilah lebaranku ditahun 2008 ini (1429 H), akhirnya jadi pemberitaan di media elektronik, dan menjadi headline…. “Samarinda diguyur hujan untuk lebaran kali ini” duh, sedih banget, tapi gak papa lah aku gak mau larut dalam kekecewaan, aku coba ambil hikmahnya aja.
Ternyata lebaran kali itu benar-benar lebaran yang mewujudkan keinginan yang tanpa aku sadari pernah terucap diawal ramadhan lalu, yaitu aku ingin lebaran kali ini nancep dirumah aja, karena disetiap tahun aku rutin keliling kampung, jadi lebaran kemaren ini bener-bener aku dan keluarga manfaatin untuk saling berkumpul aja dengan saling bersungkem-sungkem ria, foto-foto, dan menikmati hidangan yang udah aku siapin, karena keluargaku “Keluarga Besar” rumahku udah cukup penuh sesak belum lagi kedatangan tamu-tamu yang nekat walau basah diguyur hujan tetap bersemangat untuk saling meminta maaf, salut untuk Muslim….!!! Semangat kemenangan begitu membuncah sehingga air hujan yang melimpahpun tidak menyurutkan tekad untuk saling bersilahturahmi dan bermaafan yang penuh keikhlasan….! Met Lebaran ya guys….! I love U all….!


